Visi
Menjadi mitra terpercaya dalam peningkatan produksi migas nasional melalui reaktivasi sumur idle yang profesional dan berkelanjutan.
PESI adalah perusahaan jasa penunjang hulu migas yang berfokus pada reaktivasi, optimasi produksi, dan pengoperasian sumur berpotensi dengan pendekatan berbasis data, teknologi tepat guna, serta kepatuhan HSSE.
PT Putra Etam Lestari (PESI) berdiri pada 2 September 2022 dan bergerak di bidang jasa penunjang hulu minyak dan gas bumi. Kami menempatkan reaktivasi sumur idle sebagai fokus utama — mulai dari seleksi kandidat, pekerjaan well service, pemilihan artificial lift, hingga operasi produksi harian.
Setiap keputusan lapangan berangkat dari data sumur dan dijalankan dalam kerangka HSSE yang dapat diaudit. Pendekatan ini menghasilkan tambahan produksi yang dapat diverifikasi oleh pemilik lapangan.
Tanggal pendirian perseroan
Kedudukan kantor, Kalimantan Timur
Reaktivasi — Produksi — HSSE menjadi tiga kata kunci yang menuntun cara kerja kami.
Menjadi mitra terpercaya dalam peningkatan produksi migas nasional melalui reaktivasi sumur idle yang profesional dan berkelanjutan.
Mengintegrasikan kompetensi subsurface, well service, artificial lift, operasi produksi, dan HSSE untuk menghasilkan tambahan produksi yang dapat diverifikasi.
Lima fungsi inti bekerja dalam satu alur — dari kajian bawah permukaan hingga komunikasi dengan pemangku kepentingan.
Kajian kandidat, well integrity, penentuan zona target, dan evaluasi potensi sumur.
Well service, artificial lift, start-up, monitoring, dan maintenance produksi.
Risk assessment, permit to work, incident prevention, dan compliance lapangan.
Budget control, reconciliation, reporting, dan assurance atas seluruh aktivitas.
Koordinasi dengan Pertamina, pemerintah, komunitas sekitar, dan mitra kerja.
Kontrak Limau menjadi landasan untuk membangun kapasitas teknis, sistem operasi, dan kesiapan pendanaan yang dapat direplikasi pada portofolio sumur berikutnya.
Mobilisasi, reaktivasi, start-up, dan stabilisasi produksi untuk membangun operating baseline yang terukur.
Reaktivasi dimulai sekitar dua bulan setelah seluruh sumur fase pertama aktif, dengan menggunakan sistem dan tim yang telah terbentuk.
Pengembangan multi-well bersifat indikatif dan tunduk pada screening teknis, work order, persetujuan kontraktual, serta ketersediaan pendanaan.
Dokumen legalitas, sertifikasi sistem manajemen, dan data teknis lengkap tersedia untuk proses due diligence.